Heading 2: Perkenalan dengan Kerajinan Kayu dan Munculnya Ide Membuat Speaker dari Kayu
Pada tahun 2015, Dody Andri Setyawan, seorang pengrajin muda asal Bantul, Yogyakarta, mengenal dunia kerajinan kayu. Awalnya, ia tertarik ketika melihat berbagai kerajinan boneka dan jam tangan yang terbuat dari kayu di daerah Kasongan, Bantul. Ketertarikan itulah yang kemudian membuatnya melakukan riset dan mencoba membuat desain jam tangan dari kayu.
Setelah menghasilkan produk jadi, Dody menemukan bahwa ada jam tangan kayu yang dijual dengan harga Rp 200.000-Rp 300.000, namun ada juga produk serupa yang dijual dengan harga jutaan rupiah. Hal ini membuatnya merasa bahwa persaingan harga tersebut tidak sehat. Menurutnya, “Cuma banting-banting harga ‘kan mainnya.” Oleh karena itu, ia memutuskan untuk tidak melanjutkan membuat jam tangan dari kayu.
Namun, dari proses riset dan pembuatan jam tangan tersebut, Dody telah mengumpulkan banyak alat-alat dan pengetahuan tentang kerajinan kayu. Ia tidak ingin alat-alat tersebut hanya mangkrak begitu saja, sehingga ia mencari ide untuk membuat produk lain yang unik dari kayu. Akhirnya, ia memutuskan untuk membuat speaker dari kayu dengan merek Ruaya.
Speaker Ruaya memiliki bentuk yang kurang lebih seperti gelas dan berfungsi sebagai pengeras suara dengan memanfaatkan resonansi kayu. Produk unik ini menarik perhatian sebuah marketplace yang kemudian mengajak Dody berkolaborasi. Marketplace tersebut memiliki program untuk mengangkat produk lokal, sehingga Ruaya mendapatkan promosi melalui iklan di TV, billboard, dan video.
Heading 3: Inovasi dalam Mempertahankan Bisnis
Dalam menjalankan bisnisnya, Dody menyadari bahwa produk kerajinan memiliki masa jual yang tidak selalu naik terus, melainkan ada turunnya. Terlebih lagi, produk seperti speaker kayu bukan merupakan kebutuhan pokok sehingga dapat mempengaruhi permintaan pasar. Oleh karena itu, Dody melakukan analisa pasar dan berinovasi dalam menciptakan produk baru yang dapat mencukupi kebutuhan konsumen, terutama kaum wanita yang merupakan target utama pembeli produk kerajinan.
Dody menemukan bahwa kaum wanita lebih loyal dalam berbelanja. Karena Ruaya memiliki keahlian dalam kerajinan kayu, ia berpikir bahwa tas kayu bisa menjadi produk yang dapat mencukupi kebutuhan fashion para wanita. Pada tahun 2017, ia mulai memproduksi tas kayu dengan menggunakan kayu Mindi sebagai bahan utama. Kayu Mindi dipilih karena memiliki bobot yang ringan dan tekstur yang bagus.
Dengan dibantu oleh lima orang pegawai, Dody membuat tas kayu Ruaya di workshopnya yang berlokasi di Sendangsari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta. Tas kayu Ruaya dibanderol dengan harga Rp 750.000-Rp 1,2 juta. Meskipun harganya relatif tinggi, Ruaya tetap mampu memproduksi 60-80 tas dalam sebulan.
Keberhasilan Ruaya dalam bisnis tas kayu tidak lepas dari upaya promosi yang dilakukan. Selain berpartisipasi dalam pameran kerajinan di Yogyakarta dan Jakarta, Ruaya juga pernah mengikuti pameran di luar negeri seperti Filipina, KBRI Moscow, dan KBRI Korsel. Melalui pameran-pameran tersebut, Dody dapat bertemu dengan perajin lainnya dan saling bertukar ilmu serta informasi.
Heading 3: Dampak Pandemi dan Strategi Bertahan
Tidak dapat dipungkiri bahwa usaha Ruaya juga terdampak oleh pandemi COVID-19. Pameran-pameran kerajinan yang biasanya menjadi ajang promosi dan penjualan produk menjadi terbatas. Dody mengaku kesulitan dalam mencari koneksi baru karena sepanjang tahun ini tidak ada pameran yang bisa diikuti.
Namun, Dody tidak menyerah begitu saja. Untuk tetap bertahan, ia mengandalkan koneksi lama dan berusaha memaksimalkan operasional workshopnya. Meskipun tidak ada pameran, Ruaya tetap berusaha menerima dan menggarap pesanan yang masuk. Menurut Dody, pendapatan yang dihasilkan dari bisnis ini menjadi mesin untuk membeli bahan baku kayu dan membangun workshop yang lebih baik.
Untuk memudahkan pelanggan dalam membeli produk Ruaya, Dody telah memanfaatkan media sosial Instagram dan berbagai marketplace sebagai saluran penjualan. Selain itu, pelanggan juga dapat datang langsung ke workshop untuk melihat dan membeli produk langsung.
Dengan inovasi dan ketekunan Dody Andri Setyawan, Ruaya berhasil menghadirkan produk kerajinan kayu yang unik dan bernilai tinggi. Dengan fokus pada tas kayu dan produk lainnya, Ruaya terus berusaha memenuhi kebutuhan fashion dan gaya hidup para wanita. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Ruaya tetap bertahan dan terus berinovasi untuk menjaga eksistensinya sebagai pengrajin kerajinan kayu yang berkualitas.