Heading 2: Pembukaan GO FOOD FESTIVAL-Gudegnet/Trida
Heading 3: Konsep Pujasera yang Menggabungkan Kuliner dan Entertainment
GO-FOOD Festival resmi dimulai hari ini, Senin (30/7). Festival kuliner ini dipersembahkan oleh GO-JEK, penyedia layanan on-demand terdepan di Indonesia. Acara ini dihadiri oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, yang membuka acara ini di acara jumpa media di Kampung Tugu. Pembukaan ditandai dengan pengalungan apron pada best merchant GO-FOOD, Chatucha, yang diwakili oleh Elizabeth Pulung, dan pemukulan wajan.
Konsep yang dihadirkan dalam GO-FOOD Festival ini adalah pujasera yang menggabungkan kuliner dan entertainment. Yogyakarta merupakan titik ke-13, dan kota ke-11 di mana GO-FOOD Festival diadakan. Pesta kuliner ini akan diadakan selama setahun penuh, dan diharapkan dapat menjadi alternatif baru tujuan wisata kuliner di Jogja.
Menurut Brata Santoso, VP Operation and Business Development GO-FOOD Festival, GO-FOOD Festival Yogyakarta hadir dengan konsep ruang terbuka, dimana pengunjung tidak hanya bisa menikmati makanan khas yang disediakan oleh merchant kuliner GO-FOOD, tapi juga bisa bersantai bersama keluarga, teman, maupun komunitas. Berbeda dengan konsep foodcourt pada umumnya, di GO-FOOD Festival ini, kuliner dan merchant yang dihadirkan di sebuah lokasi memanfaatkan big data. Pilihan merchant disesuaikan dengan selera kuliner yang sering dinikmati masyarakat sekitar lokasi GO-FOOD Festival. Hal ini memberikan pengalaman kuliner yang lebih personal dan lebih sesuai dengan preferensi masyarakat setempat.
Pada acara konferensi pers yang dilangsungkan sore hari tadi, Heroe Poerwadi, Wakil Walikota Yogyakarta, menyampaikan dukungan Pemkot atas acara ini karena telah turut mengangkat UMKM kuliner Jogja. Di tahun ini, Pemkot menargetkan ada 1.000 UMKM bidang kuliner sudah ber-PIRT, memiliki surat izin industri rumah tangga. UMKM yang telah memenuhi persyaratan tersebut akan menjadi mitra Pemkot dalam program Gandeng Gendong untuk memberikan pelayanan kepada pemerintah kota dan jajarannya, menyediakan makanan dan minuman. Pemasok snack dan catering juga akan berasal dari UMKM yang telah bekerja sama dengan Pemkot. Heroe juga menyampaikan bahwa Pemkot memiliki anggaran belanja makanan dan minuman sebesar 38 miliar untuk memenuhi kuota lebih dari 12.000 karyawan.
Delly Nugraha, VP Central Region GO-JEK, menjelaskan bahwa salah satu maksud dari GO-FOOD Festival ini adalah untuk membantu meningkatkan skala bisnis UMKM kuliner Jogja. Selama ini, perkembangan UMKM kuliner sering terganjal oleh masalah pendanaan, SDM, pengetahuan bisnis, hingga penentuan lokasi. Oleh karena itu, GO-JEK menghadirkan acara ini agar mitra mereka bisa memiliki cabang tanpa harus menyiapkan dana besar. Bergabung dengan GO-FOOD memberikan manfaat bagi UMKM, seperti perluasan akses pasar dan efisiensi karena mereka tidak perlu memiliki armada pesan-antar sendiri. Bagi UMKM atau pengusaha dapur rumahan, mereka dapat memiliki usaha kuliner di rumah tanpa perlu memiliki warung atau restoran. Yang penting, penanda usaha mereka jelas sehingga mitra driver GO-JEK dengan mudah dapat menemukan mereka.
Heading 2: Dukungan Pemkot untuk UMKM Kuliner Jogja
Heading 3: Program Gandeng Gendong sebagai Mitra Pemkot
Dalam acara pembukaan GO-FOOD Festival di Yogyakarta, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, menyampaikan dukungan Pemkot atas acara ini. Pemkot Yogyakarta telah mengangkat UMKM kuliner Jogja sebagai salah satu fokus pengembangan ekonomi kota. Di tahun ini, Pemkot menargetkan ada 1.000 UMKM bidang kuliner yang telah ber-PIRT, memiliki surat izin industri rumah tangga. UMKM yang telah memenuhi persyaratan tersebut akan menjadi mitra Pemkot dalam program Gandeng Gendong.
Program Gandeng Gendong merupakan program yang dirancang oleh Pemkot Yogyakarta untuk menjalin kerja sama dengan UMKM dalam menyediakan makanan dan minuman untuk pemerintah kota dan jajarannya. UMKM yang telah bekerja sama dengan Pemkot akan menjadi pemasok snack dan catering dalam berbagai acara yang diselenggarakan oleh pemerintah kota. Hal ini memberikan kesempatan bagi UMKM kuliner Jogja untuk memperluas pasar dan meningkatkan skala bisnis mereka. Dengan menjadi mitra Pemkot, UMKM kuliner Jogja akan mendapatkan akses kepada pasar yang lebih luas, serta dapat meningkatkan efisiensi bisnis mereka karena tidak perlu memiliki armada pesan-antar sendiri.
Dalam program Gandeng Gendong ini, Pemkot Yogyakarta telah mengalokasikan anggaran belanja makanan dan minuman sebesar 38 miliar. Anggaran ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan makanan dan minuman lebih dari 12.000 karyawan yang bekerja di pemerintah kota. Dengan dukungan dari Pemkot, diharapkan UMKM kuliner Jogja dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang positif bagi perekonomian kota.
Heading 2: Manfaat Bergabung dengan GO-FOOD bagi UMKM Kuliner
Heading 3: Perluasan Akses Pasar dan Efisiensi Bisnis
Dalam acara GO-FOOD Festival, Delly Nugraha, VP Central Region GO-JEK, menjelaskan manfaat bagi UMKM kuliner yang bergabung dengan GO-FOOD. Salah satu manfaat utama adalah perluasan akses pasar. Dengan menjadi mitra GO-JEK, UMKM kuliner Jogja dapat menjangkau lebih banyak konsumen melalui platform GO-FOOD yang memiliki jangkauan yang luas. UMKM tidak perlu repot-repot memikirkan strategi pemasaran dan promosi karena GO-JEK telah memiliki basis pengguna yang besar.
Selain itu, bergabung dengan GO-FOOD juga memberikan efisiensi bisnis bagi UMKM. UMKM tidak perlu lagi memiliki armada pesan-antar sendiri, sehingga biaya pengiriman dapat dihemat. UMKM hanya perlu fokus pada produksi makanan yang berkualitas dan pengiriman yang cepat. Selain itu, bagi UMKM atau pengusaha dapur rumahan, mereka dapat memiliki usaha kuliner di rumah tanpa harus memiliki warung atau restoran. Mereka hanya perlu memastikan penanda usaha mereka jelas sehingga mitra driver GO-JEK dapat dengan mudah menemukan mereka.
Dengan bergabung dengan GO-FOOD, UMKM kuliner Jogja dapat meningkatkan skala bisnis mereka tanpa harus mengeluarkan dana besar. GO-FOOD Festival yang diadakan oleh GO-JEK juga memberikan kesempatan bagi UMKM kuliner Jogja untuk memperkenalkan produk mereka kepada lebih banyak orang. Hal ini dapat membantu mengatasi kendala pendanaan, SDM, pengetahuan bisnis, dan penentuan lokasi yang sering menjadi hambatan bagi perkembangan UMKM kuliner. Dengan adanya dukungan dari GO-JEK, diharapkan UMKM kuliner Jogja dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik.
Heading 2: Kesimpulan
GO-FOOD Festival yang diadakan oleh GO-JEK merupakan festival kuliner yang menggabungkan kuliner dan entertainment. Acara ini telah diadakan di 13 titik di Indonesia, dan Yogyakarta menjadi kota ke-11 yang menjadi tuan rumah GO-FOOD Festival. Konsep pujasera yang digunakan dalam GO-FOOD Festival memberikan pengalaman kuliner yang lebih personal dan sesuai dengan selera masyarakat setempat.
Dukungan dari Pemkot Yogyakarta dalam acara ini melalui program Gandeng Gendong memberikan kesempatan bagi UMKM kuliner Jogja untuk bekerja sama dengan pemerintah kota dalam menyediakan makanan dan minuman. Program ini juga memberikan akses pasar yang lebih luas bagi UMKM kuliner Jogja, serta meningkatkan efisiensi bisnis mereka karena tidak perlu memiliki armada pesan-antar sendiri.
Bergabung dengan GO-FOOD juga memberikan manfaat bagi UMKM kuliner Jogja, seperti perluasan akses pasar dan efisiensi bisnis. UMKM tidak perlu repot-repot memikirkan strategi pemasaran dan promosi karena GO-JEK telah memiliki basis pengguna yang besar. Selain itu, UMKM juga tidak perlu mengeluarkan dana besar untuk memiliki cabang baru karena GO-FOOD telah menyediakan platform yang dapat digunakan oleh UMKM kuliner Jogja.
Dengan adanya GO-FOOD Festival, diharapkan UMKM kuliner Jogja dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang positif bagi perekonomian kota. Melalui festival ini, masyarakat juga dapat menikmati berbagai macam kuliner khas Jogja dan merasakan keunikan kuliner dan entertainment yang disajikan dalam satu tempat. GO-FOOD Festival juga menjadi alternatif baru sebagai tujuan wisata kuliner di Jogja.