Disbud Kota Yogya Gelar Kompetisi Alih Manuskrip pada Momen Hari Aksara Internasional



Dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional yang jatuh pada tanggal 8 September 2021, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menyelenggarakan Kompetisi Bahasa dan Sastra dengan tema “Aksara Jawa Anjayeng Bawana”. Kompetisi ini juga merupakan dukungan terhadap Gerakan Yogyakarta Kota Hanacaraka. Salah satu kompetisi yang diadakan adalah Kompetisi Alih Manuskrip yang melibatkan para pegiat dan praktisi budaya yang berkompeten di bidangnya.

Kompetisi Alih Manuskrip ini memiliki beberapa aspek yang dinilai, antara lain ketepatan penulisan aksara Jawa, keindahan goresan aksara Jawa, keindahan goresan aksara, keindahan wedana renggan, pemilihan simbol dalam wedana renggan, dan makna yang terkandung dalam wedana renggan. Para peserta kompetisi ini tidak sembarangan dalam membubuhkan ilustrasi sebagai ornamen hias pada kertas kerja mereka. Mereka memiliki pengetahuan tentang budaya dan kemampuan riset yang baik terhadap naskah. Oleh karena itu, para peserta mampu melestarikan manuskrip tidak hanya secara fisik tetapi juga dalam pemahaman terhadap isi naskah.

Dalam pemilihan ornamen hias, para peserta juga menampilkan unsur-unsur kebudayaan seperti batik, keris, ukir, dan lain sebagainya. Para peserta diharapkan dapat menjadi agen pelestari kebudayaan secara luas dengan hadirnya tangible value melalui karya-karya mereka. Proses pelestarian kebudayaan memang tidak dapat dilakukan dalam tempo singkat, namun melalui kompetisi ini, para peserta menunjukkan kemampuan mereka untuk menjaga keberlangsungan kebudayaan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menyampaikan bahwa kesastraan Jawa, terutama aksara Jawa, tidak hanya berhenti pada konsep dan diskusi tentang paugeran tata tulis, tetapi juga tentang bagaimana membangun sistem dan menyusun strategi untuk mengembalikan marwah orang Jawa yang berbahasa Jawa dan beraksara Jawa. Gerakan bersama sangat diperlukan untuk membuktikan eksistensi aksara Jawa kepada dunia dan mengaktifkan penggunaan aksara Jawa oleh masyarakat Jawa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan aksara Jawa semakin dikenal dan menjadi salah satu bentuk aksara untuk saling berkomunikasi. Aksara Jawa dapat digunakan baik melalui media sosial maupun sebagai bentuk sebuah karya. Kompetisi Alih Manuskrip ini telah berhasil menemukan lima pemenang, yaitu Ahmad Firial Kardias, Danang Rusmandoko, Fransiska Deiss Ayu Arsanti, Suwandi SS, dan Nabila Khairunnisa.

Kompetisi ini merupakan langkah nyata dalam melestarikan budaya dan kebudayaan Jawa. Aksara Jawa sebagai warisan budaya yang berharga perlu dijaga agar tidak terlupakan oleh generasi muda. Dengan adanya kompetisi ini, diharapkan semakin banyak orang yang tertarik untuk mempelajari dan menggunakan aksara Jawa dalam kehidupan sehari-hari.

Aksara Jawa memiliki keunikan dan kekayaan tersendiri. Bentuk-bentuk aksara yang indah dan makna yang terkandung dalam setiap hurufnya menunjukkan betapa dalamnya budaya Jawa. Aksara Jawa juga merupakan salah satu simbol identitas budaya Jawa yang harus dilestarikan.

Selain itu, aksara Jawa juga memiliki nilai historis yang tinggi. Aksara ini telah digunakan sejak zaman kerajaan-kerajaan Jawa kuno dan menjadi salah satu peninggalan bersejarah yang masih ada hingga saat ini. Dengan mempelajari aksara Jawa, kita dapat memahami sejarah dan perkembangan budaya Jawa dari masa ke masa.

Pentingnya melestarikan aksara Jawa juga terkait dengan identitas budaya suatu daerah. Aksara Jawa merupakan salah satu ciri khas budaya Jawa yang membedakan dengan budaya daerah lain. Melalui penggunaan aksara Jawa, kita dapat mempertahankan keunikan dan keberagaman budaya di Indonesia.

Selain itu, aksara Jawa juga memiliki nilai seni yang tinggi. Goresan-goresan aksara yang indah dan simbol-simbol yang terkandung di dalamnya mencerminkan keindahan budaya Jawa. Aksara Jawa dapat digunakan sebagai medium untuk mengekspresikan kreativitas dan keindahan seni.

Dalam era digital seperti sekarang ini, aksara Jawa juga dapat diadaptasi ke dalam teknologi. Penggunaan aksara Jawa dalam media sosial atau aplikasi digital dapat menjadi salah satu cara untuk mempromosikan aksara Jawa kepada generasi muda. Dengan demikian, aksara Jawa tetap relevan dan tidak tergantikan oleh perkembangan teknologi.

Kompetisi Bahasa dan Sastra dengan tema “Aksara Jawa Anjayeng Bawana” ini merupakan langkah yang tepat untuk menghidupkan kembali penggunaan aksara Jawa. Melalui kompetisi ini, para peserta dapat menunjukkan keahlian mereka dalam menulis aksara Jawa dengan tepat dan indah. Para peserta juga dapat menggali makna yang terkandung dalam setiap huruf aksara Jawa dan menampilkan goresan-goresan aksara yang mengagumkan.

Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya berhenti pada kompetisi semata, tetapi juga dapat menjadi awal dari gerakan yang lebih besar untuk melestarikan aksara Jawa. Pemerintah, lembaga budaya, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk menciptakan program-program yang dapat mengenalkan aksara Jawa kepada masyarakat luas.

Selain itu, pendidikan tentang aksara Jawa juga perlu diperkuat. Aksara Jawa dapat diajarkan di sekolah-sekolah sebagai salah satu materi pelajaran budaya lokal. Dengan demikian, generasi muda dapat mempelajari dan menghargai aksara Jawa sejak dini.

Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, pelestarian budaya menjadi semakin penting. Budaya merupakan identitas suatu bangsa dan merupakan warisan yang harus dijaga. Aksara Jawa sebagai bagian dari budaya Jawa perlu dilestarikan agar tidak tergerus oleh budaya asing.

Melalui Kompetisi Bahasa dan Sastra dengan tema “Aksara Jawa Anjayeng Bawana”, diharapkan aksara Jawa semakin dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat luas. Aksara Jawa bukan hanya sekadar tulisan, tetapi juga merupakan warisan budaya yang memiliki nilai historis, seni, dan identitas. Oleh karena itu, pelestarian aksara Jawa harus menjadi perhatian bersama.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *