Desa Wisata Kelor Yogyakarta



Desa Wisata Kelor Yogyakarta merupakan destinasi wisata yang menawarkan berbagai ragam kegiatan dan pengalaman menarik bagi para pengunjung. Terletak di Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Desa Kelor menawarkan berbagai macam kegiatan wisata yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. Dengan suasana alam yang asri dan udara yang segar, Desa Kelor menjadi tempat yang ideal untuk berlibur dan melepaskan penat dari kehidupan perkotaan.

Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan di Desa Kelor adalah camping ground. Desa Kelor menyediakan lapangan yang ekstra luas yang bisa digunakan sebagai tempat berkemah. Lapangan ini berada di tengah perkebunan salak, sehingga pengunjung dapat menikmati suasana alam yang segar dan hijau. Waktu terbaik untuk berkemah di Desa Kelor adalah pada malam bulan purnama, di mana pengunjung dapat menikmati keindahan malam sambil mendirikan tenda dan membuat api unggun.

Selain itu, Desa Kelor juga menawarkan berbagai macam permainan anak yang didesain sesuai dengan pola permainan anak yang sarat dengan muatan edukasi dan ketangkasan. Permainan-permainan ini dapat membantu mengembangkan keterampilan motorik dan kreativitas anak-anak. Selain itu, pengunjung juga dapat menginap di rumah warga yang disewakan sebagai home stay. Dengan menginap di home stay, pengunjung dapat merasakan suasana alam pedesaan yang asri dan dapat melihat aktivitas masyarakat sehari-hari.

Desa Kelor juga menawarkan pengalaman jelajah sungai yang menarik. Jelajah sungai dilakukan di sungai Bedog, yang merupakan anak sungai yang terbentuk dari letusan gunung Merapi. Sungai ini melintas di sebelah timur dusun sepanjang ± 1,5 km dengan lebar sungai 3-5 meter dan kedalaman air maksimal 1 meter. Pengunjung dapat menikmati keindahan alam sungai Bedog dan melakukan penyusuran sepanjang ± 1,5 km. Waktu terbaik untuk menikmati sungai ini adalah pagi sampai siang hari. Selain itu, pengunjung juga dapat mandi di mata air belik Cuwo yang ada di sungai ini. Belik Cuwo masih digunakan sebagian masyarakat untuk mandi, dan menjelang pertunjukan kesenian jathilan, mata air ini juga digunakan untuk melakukan ritual pemandian kuda lumping.

Selain itu, Desa Kelor juga menawarkan kegiatan jurit malam, yaitu jalan-jalan di malam hari untuk menikmati suasana pedesaan. Pengunjung dapat menikmati keindahan malam dan merasakan kedamaian yang tercipta di Desa Kelor pada malam hari. Selain itu, Desa Kelor juga memiliki beberapa kolam ikan milik penduduk. Pengunjung dapat memancing, menjaring ikan, atau mengeksplorasi lumpur dengan cara ngesat blumbang. Jenis ikan yang dipelihara di kolam-kolam ini antara lain nila, tawes, gurameh, emas (tombro), bawal, dan lele. Bedah kolam ini juga dirancang untuk memupuk kerja sama antara peserta outbound.

Makanan khas Desa Kelor adalah nasi pondoh dan tempe bacem. Makanan ini biasanya disajikan menggunakan daun pohon salak atau daun pohon pisang. Pengunjung dapat mempraktikkan pembuatan makanan ini di dapur tradisional yang ada di Desa Kelor. Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti kegiatan ngonthel, yaitu berkeliling dusun dan menyusuri hamparan kebun salak dengan menggunakan sepeda. Pengunjung dapat menikmati keindahan alam pedesaan dan merasakan sensasi bersepeda di tengah kebun salak yang hijau dan segar.

Desa Kelor juga menyediakan pelatihan dan praktik budi daya salak dan budi daya jamur. Pelatihan ini terdiri dari tatap muka dan praktik lapangan, yang disampaikan oleh para petani yang telah berpengalaman. Selain itu, Desa Kelor juga membuka kelas praktik pembuatan telur asin, kacang telur, tempe, jenang, dan kerajinan kulit salak. Kelas-kelas ini terutama ditujukan bagi anak-anak sekolah untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka.

Desa Kelor juga memiliki Rumah Joglo yang didirikan pada tahun 1835 dan merupakan saksi sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Pada masa awal pendiriannya, fungsi yang lebih menonjol adalah sebagai tempat musyawarah masalah kenegaraan dan menyusun strategi dalam melawan Belanda. Joglo Kelor merupakan joglo terbaik se-Kabupaten Sleman, dengan bagian-bagiannya yang lengkap dan masih asli. Joglo Kelor menjadi obyek wisata sejak bulan Oktober 2002.

Desa Kelor juga memiliki beberapa kesenian tradisional, seperti jathilan (kuda lumping), gamelan, kethoprak, tari tradisional Yogyakarta, dan sholawatan klenthingan. Tradisi daur hidup seperti kelahiran, khitanan, mantenan, mitoni, brokohan selapanan, dan tradisi adat jawa Suran, Saparan, Selikuran, dan Ruwahan juga masih terpelihara dengan baik di masyarakat.

Lokasi Desa Kelor berada sekitar 25 km dari pusat kota Yogyakarta ke arah utara, atau sekitar 10 km dari ibu kota kabupaten Sleman. Dusun ini dapat dicapai melalui jalan darat dalam waktu sekitar 30 menit dari pusat kota. Kendaraan berupa bus besar pun dapat mencapai dusun ini dengan tempat parkir yang cukup luas dan situasi yang aman. Desa Kelor berada pada ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut dengan rerata curah hujan sekitar 3.070 mm per tahun. Dengan ketinggian tersebut, Desa Kelor memiliki suhu yang sejuk, berkisar antara 25-35°C. Suasana alam pedesaan diperkuat dengan adanya hamparan kebun salak, sungai yang jernih, kolam-kolam ikan milik penduduk, serta panorama Gunung Merapi yang dapat terlihat dari kejauhan.

Dengan ragam wisata yang ditawarkan, Desa Kelor Yogyakarta menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi. Pengunjung dapat menikmati keindahan alam pedesaan, berpartisipasi dalam kegiatan budidaya salak dan jamur, mengikuti pelatihan yang mengedukasi, serta menyaksikan dan berpartisipasi dalam berbagai kesenian tradisional yang masih terjaga dengan baik. Desa Kelor memberikan pengalaman wisata yang berbeda dari wisata-wisata lainnya, dengan suasana yang tenang, udara yang sejuk, dan kegiatan yang menghibur dan edukatif. Dengan demikian, Desa Kelor Yogyakarta adalah destinasi wisata yang layak untuk dikunjungi.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *