Coffee on The Bus, Sensasi Ngopi Keliling Yogyakarta di Tengah Pandemi

Heading 2: Konsep Ngopi di Dalam Bus

Coffee on The Bus adalah sebuah inovasi baru dalam dunia kopi di Kota Yogyakarta. Para pengelola Coffee on The Bus mencoba menyajikan pengalaman ngopi yang berbeda dengan mengelilingi sejumlah lokasi wisata di Kota Yogyakarta menggunakan bus. Konsep ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta kopi yang ingin menikmati secangkir kopi sambil menikmati pemandangan wisata yang indah.

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, banyak usaha yang terpuruk, termasuk sektor pariwisata di Kota Yogyakarta. Coffee on The Bus hadir sebagai salah satu upaya untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata tersebut. Dengan konsep ngopi di dalam bus, para pengelola ingin memberikan alternatif baru bagi masyarakat untuk menikmati kopi dengan aman dan nyaman.

Heading 3: Ide Awal dan Tujuan Coffee on The Bus

Ide awal untuk membuat Coffee on The Bus berasal dari keinginan para pengelola untuk mendukung pemulihan sektor pariwisata di Kota Yogyakarta. Mereka menyadari bahwa pariwisata merupakan salah satu sektor yang terdampak parah oleh pandemi Covid-19. Dengan adanya konsep ngopi di dalam bus, diharapkan masyarakat dapat kembali berwisata dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Pariwisata DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) khususnya Kota Yogyakarta harus bangkit kembali. Apalagi, Pemerintah telah mencanangkan tatanan hidup baru atau new normal, namun tetap mengikuti protokol kesehatan yang ada. Coffee on The Bus ingin menjadi salah satu bagian dari pemulihan sektor pariwisata di Kota Yogyakarta dengan menyajikan pengalaman ngopi yang unik dan menyenangkan.

Heading 3: Konsep dan Interior Coffee on The Bus

Coffee on The Bus menggunakan armada bus pariwisata bertipe Scania yang telah disulap menjadi mini kedai atau cafe kopi berjalan. Interior bus diubah sedemikian rupa agar dapat menyesuaikan dengan konsep physical distancing atau jaga jarak. Jumlah bangku yang biasanya ada 50 dirombak menjadi hanya 28 seat saja. Selain itu, terdapat juga tujuh buah meja berbahan kayu yang telah dimodifikasi untuk meletakan baki berisi makanan kecil dan tatakan gelas untuk menaruh kopi yang akan disajikan.

Perubahan interior bus ini dilakukan agar para tamu dapat merasa nyaman saat menikmati perjalanan. Para tamu tidak hanya akan merasakan sensasi ngopi di dalam bus, tetapi juga diberikan kenyamanan selama perjalanan. Jumlah bangku yang dipangkas sampai setengah dari bus biasa membuat para tamu dapat berinteraksi dengan lebih leluasa satu sama lain. Hal ini menjadikan Coffee on The Bus sebagai tempat yang menyenangkan untuk berkumpul dan menikmati kopi.

Heading 3: Jenis Kopi dan Animonya

Bagi para pecinta kopi, Coffee on The Bus menawarkan berbagai jenis kopi pilihan baik arabika maupun robusta yang berasal dari Nusantara. Tidak hanya itu, kopi Merapi yang berasal dari lereng Gunung Merapi juga menjadi salah satu pilihan yang menarik. Kopi-kopi tersebut disajikan dengan kualitas yang terjamin, sehingga para tamu dapat menikmati secangkir kopi yang nikmat dan berkualitas.

Sejak diluncurkan pada tanggal 27 Juni 2020, animo masyarakat maupun wisatawan dari dalam maupun luar Kota Yogyakarta sangatlah tinggi. Para pengelola Coffee on The Bus merasa bersyukur karena bus selalu penuh dengan tamu, terutama di akhir pekan. Hal ini menunjukkan bahwa konsep ngopi di dalam bus menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, terutama para pecinta kopi.

Heading 3: Protokol Kesehatan dan Harga Tiket

Tak lupa, Coffee on The Bus juga menerapkan protokol kesehatan kepada seluruh tamu yang datang. Setiap tamu akan diperiksa suhu tubuhnya sebelum naik ke atas bus. Selain itu, tamu juga diwajibkan untuk menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum naik ke atas bus. Para penyaji kopi atau barista juga dilengkapi dengan pelindung wajah/face shield dan sarung tangan saat melayani tamu.

Harga tiket untuk menikmati fasilitas Coffee on The Bus sangat terjangkau. Hanya dengan membayar Rp. 50 ribu, para tamu sudah dapat menikmati satu kali perjalanan. Harga tersebut sudah termasuk kopi yang disajikan (ditentukan oleh pengelola), cemilan, air mineral, dan fasilitas karaoke. Coffee on The Bus juga menyajikan demonstrasi pembuatan teh tarik oleh barista sebagai tanda terima kasih kepada tamu, yang tentunya gratis.

Heading 3: Jam Keberangkatan dan Layanan Khusus

Coffee on The Bus menyediakan empat pilihan jam keberangkatan setiap harinya, yaitu pukul 9.00 WIB, 13.00 WIB, 16.00 WIB, dan 19.00 WIB. Para tamu dapat memilih jam keberangkatan yang sesuai dengan jadwal mereka. Selain melayani tamu reguler, Coffee on The Bus juga melayani rombongan seperti perusahaan, acara ulang tahun, arisan, dan acara keluarga lainnya. Untuk melakukan reservasi, para tamu dapat menghubungi nomor whatsapp 0877-3885-8255 atau menghubungi melalui media sosial Instagram @coffeeonthebus_jogja.

Coffee on The Bus menjadi salah satu alternatif bagi para pecinta kopi yang ingin menikmati kopi dengan sensasi yang berbeda. Dengan konsep ngopi di dalam bus, para tamu dapat menikmati secangkir kopi sambil menikmati keindahan wisata Kota Yogyakarta. Konsep ini juga menjadi salah satu upaya untuk memulihkan sektor pariwisata di Kota Yogyakarta yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Dengan harga tiket yang terjangkau dan penerapan protokol kesehatan yang ketat, Coffee on The Bus siap menyambut para tamu dengan pengalaman ngopi yang unik dan menyenangkan.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *