Ameng Suprapto, seorang pria asal Yogyakarta, tengah sibuk memproduksi celengan bambu di Purwokinanti Pakualaman Yogyakarta. Ia adalah seorang pengrajin kerajinan tangan yang menggunakan bambu sebagai bahan utama dalam karyanya. Salah satu karya Ameng yang terkenal adalah celengan bambu ukir.
Celengan bambu ukir buatan Ameng memiliki beragam motif dan tokoh pewayangan seperti Semar, Rama Shinta, Nakula Sadewa, dan motif lainnya. Saat ditemui di rumah kreasi AAA Collection di jalan Gajah Mada Purwokinanti Pakualaman Yogyakarta, Ameng menjelaskan bahwa ide pembuatan celengan ini terinspirasi dari orangtuanya yang sering menambung pada bilah bambu di rumah mereka dahulu. Bambu yang digunakan Ameng adalah bambu berjenis wulung.
Menurut Ameng, bambu wulung tidak terlalu keras namun kuat dan mudah untuk diukir. Proses pembuatan celengan ini dimulai dengan memotong bambu wulung sesuai ukuran yang diinginkan, kemudian menjemurnya sebelum akhirnya diukir sesuai pesanan. Untuk memenuhi kebutuhan bahan, Ameng mendapatkan pasokan bambu dari para petani di Purworejo dan Magelang.
Rumah kreasi milik Ameng memproduksi celengan bambu sekitar 1.000 buah per bulan. Hingga saat ini, kerajinan bambu buatan Ameng sudah merambah hampir seluruh Indonesia. Mayoritas pemesan berasal dari Kalimantan, Sumatera, dan Jawa. Banyak pemesan yang membeli celengan ini untuk diperjualbelikan kembali, namun ada juga beberapa instansi pemerintahan yang memesan celengan bambu sebagai souvenir kedinasan.
Ameng merupakan seorang Abdi Dalem Puro Pakualaman. Selain menjalankan bisnis kerajinan bambu, ia juga memiliki rumah kreasi yang mempekerjakan 9 karyawan. Ameng sudah memproduksi kerajinan celengan bambu selama 5 tahun, namun sebelumnya ia juga pernah memproduksi beberapa jenis kerajinan lainnya. Namun, selama 4 tahun terakhir, Ameng fokus pada pembuatan celengan bambu ukir dan telah mengekspornya hingga ke Malaysia. Ia juga memiliki rencana untuk mengekspor kerajinan ini ke negara-negara tetangga lainnya.
Malaysia menjadi langganan bagi rumah kreasi Ameng. Dalam sekali pengiriman, Ameng berhasil meraup keuntungan yang cukup bagus untuk mencukupi biaya produksi. Harga jual celengan bambu ukir ini bervariasi tergantung dari ukuran dan jenis ukirannya. Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp.6000 hingga Rp.35.000 per satu buah celengan. Celengan bambu ini dipasarkan di Malioboro, Pasar Bringharjo, dan juga dijual secara online melalui media sosial.
Kesuksesan rumah kreasi kerajinan bambu milik Ameng tidak datang dengan mudah. Sebelumnya, Ameng pernah memproduksi tas natural berbahan seperti eceng gondok. Namun, bisnis tas tersebut akhirnya pupus karena permintaan yang sepi. Namun, saat ini bisnis celengan bambu Ameng sudah cukup berjalan dengan baik. Oleh karena itu, Ameng memutuskan untuk fokus pada kerajinan dan pesanan celengan ini terlebih dahulu. Ia juga berkomitmen untuk terus berinovasi guna mengikuti perkembangan permintaan pasar yang terus berkembang.
Dalam perjalanan bisnisnya, Ameng berharap dapat terus menghasilkan karya-karya unik dan berkualitas. Ia ingin membawa citra kerajinan bambu dari Yogyakarta ke kancah internasional. Dengan terus mengasah keterampilan dan mengikuti perkembangan teknologi, Ameng yakin bahwa kerajinan bambu buatannya akan semakin dikenal dan diminati di berbagai negara.