Candi Lumbung Yogyakarta
Ulasan
Candi Lumbung Yogyakarta merupakan salah satu candi yang terletak di Dukuh Tlogo, Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Indonesia. Candi ini dikenal dengan sebutan Candi Lumbung karena bentuknya yang menyerupai lumbung padi. Berbeda dengan Candi Prambanan yang merupakan candi Hindu, Candi Lumbung ini merupakan candi Budha. Candi ini terletak di dalam kompleks Taman Wisata Candi Prambanan, tepatnya berada di sebelah Candi Bubrah. Jaraknya dari Candi Prambanan adalah sekitar 500 meter ke arah utara. Dari Kota Klaten, jaraknya kurang lebih 15 km ke arah barat.
Candi Lumbung diperkirakan dibangun pada abad ke-9 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini terdiri dari sebuah candi induk yang dikelilingi oleh 16 buah candi kecil yang disebut sebagai Candi Perwara. Keadaan candi kecil ini masih relatif baik dan terawat dengan baik. Candi Lumbung merupakan salah satu peninggalan sejarah yang memiliki nilai keindahan arsitektur dan keagamaan yang tinggi.
Tentang Candi Lumbung Yogyakarta
Candi Lumbung Yogyakarta merupakan salah satu candi yang memiliki keunikan tersendiri. Nama “Lumbung” sendiri diambil karena bentuk candi ini menyerupai lumbung padi. Candi ini dibangun dengan menggunakan batu andesit yang dipahat dengan detail. Arsitektur candi ini memberikan kesan yang kuat dan kokoh, sekaligus indah dan anggun. Candi Lumbung memiliki tinggi sekitar 22 meter dan memiliki jumlah ruang dalam yang terbatas, yaitu hanya satu ruang utama.
Candi Lumbung merupakan salah satu peninggalan sejarah yang memiliki nilai budaya yang tinggi. Candi ini merupakan salah satu contoh arsitektur candi pada masa Kerajaan Mataram Kuno yang sangat dipengaruhi oleh agama Budha. Meskipun berbeda agama dengan Candi Prambanan yang merupakan candi Hindu, Candi Lumbung tetap menjadi daya tarik wisata yang menarik bagi pengunjung.
Selain arsitektur yang memukau, Candi Lumbung juga memiliki makna religius yang dalam. Candi ini merupakan tempat ibadah bagi umat Budha pada masa itu. Di dalam ruang utama candi, terdapat patung Buddha yang menjadi pusat perhatian pengunjung. Patung Buddha ini merupakan simbol dari kepercayaan dan keyakinan umat Budha pada masa itu. Keberadaan Candi Lumbung menjadi bukti sejarah yang penting dalam perkembangan agama Budha di Indonesia.
Cara Menuju Lokasi
Untuk mengunjungi Candi Lumbung Yogyakarta, pengunjung harus membeli tiket masuk ke kompleks Candi Prambanan terlebih dahulu. Tiket masuk ini juga memberikan akses untuk mengunjungi Candi Lumbung. Setelah membeli tiket masuk, pengunjung akan diantar oleh kereta wisata menuju Candi Lumbung. Namun, kereta wisata ini dikenakan tarif tambahan. Jika pengunjung ingin berjalan kaki, jaraknya cukup jauh dari kompleks Candi Prambanan.
Fasilitas
Untuk memenuhi kebutuhan pengunjung, Candi Lumbung menyediakan beberapa fasilitas yang dapat digunakan. Di dalam kompleks candi, terdapat mushola yang dapat digunakan untuk beribadah bagi pengunjung yang beragama Islam. Selain itu, juga terdapat kamar mandi yang bersih dan terawat dengan baik. Fasilitas tempat makan juga tersedia di sekitar area candi, sehingga pengunjung dapat menikmati makanan dan minuman setelah berkeliling candi.
Harga Tiket Masuk
Untuk masuk ke kompleks Candi Prambanan dan mengunjungi Candi Lumbung, pengunjung harus membeli tiket masuk terlebih dahulu. Harga tiket masuk yang berlaku adalah sebagai berikut:
– Rp. 30.000,- per orang di atas usia 6 tahun
– Rp. 12.500,- per orang untuk rombongan pelajar/mahasiswa dan usia di bawah 6 tahun
Tiket masuk ini sudah termasuk akses untuk mengunjungi Candi Lumbung dan fasilitas lain yang tersedia di dalam kompleks Candi Prambanan. Pengunjung diharapkan mematuhi aturan dan etika yang berlaku selama berada di dalam kompleks candi.
Comments