Heading 2: Latar Belakang Karier Bugie sebagai Musisi
Bugie atau Ir. Drs. Bugiakso adalah seorang anggota DPRD DIY yang baru-baru ini meluncurkan album perdana berjudul “Yang Kurasa”. Tampaknya, kehadiran Bugie sebagai seorang musisi di blantika musik Kota Jogja cukup mengejutkan. Sebelumnya, Bugie tidak pernah dikenal dalam dunia tarik suara. Namun, di tengah kesibukannya sebagai wakil rakyat, Bugie masih menyempatkan waktu untuk menyalurkan hobinya dalam bernyanyi.
Bugie memulai perjalanan musiknya sebagai sebuah hobi. Ia sering menyanyi dalam even-even kesenian di sekitar Yogyakarta. Ketertarikannya terhadap dunia musik semakin dalam saat ia melanjutkan pendidikannya di UPN dan UGM Yogyakarta pada tahun 80-an. Meskipun belajar secara otodidak, Bugie berhasil mengasah bakatnya dalam bermusik.
Pada tahun 2002, Bugie membentuk grup musik bernama Senada. Kemudian, ia juga terlibat dalam grup musik Blass pada tahun 2003. Tidak hanya itu, Bugie juga pernah bergabung dengan Geronimo Country pada sekitar tahun 1985. Sebagai seorang bapak tiga anak, Bugie terus mengembangkan kemampuannya dalam bermusik meskipun kesibukannya sebagai seorang politisi.
Heading 3: Proses Pembuatan Album “Yang Kurasa”
Album “Yang Kurasa” merupakan hasil dari dorongan keluarga dan teman-teman Bugie. Sebagian besar lagu dalam album ini ia ciptakan dan aransemen sendiri. Bagi Bugie, keluarga adalah sumber kebahagiaan yang besar baginya. Keinginan untuk merekam lagu-lagu buatannya dan membuat album datang dari rasa bahagia saat berkumpul dengan keluarga besar.
Album perdana ini memiliki nuansa musik Latin, Shufell, Country, dan pop. Pengaruh dari karya-karya John Denver dan Simon and Art Garfunkel sangat terasa dalam lagu-lagu yang ada dalam album ini. Bugie sangat mengapresiasi musisi-musisi handal Jogja seperti Harry Goro Drum, Danny Bass, Dani Gitar, Tono Saxophone, dan Bungsu Perkusi yang ikut terlibat dalam pembuatan album ini.
Produksi album “Yang Kurasa” dipercayakan kepada BQ (Be Que) Production. Dalam tahap awal, album ini dicetak sebanyak 10 ribu copy, dengan 5 ribu kaset dan 5 ribu CD. Proses mixing dilakukan di White House Studio Yogyakarta, sedangkan finishing dan mastering dilakukan di Musica Studio Jakarta. Dalam proses mastering, Bugie melibatkan Khoe Hok Laij sebagai mastering engineer atau operator.
Meskipun album perdana ini baru diluncurkan di wilayah Jogja, Bugie sudah mempersiapkan album kedua dan ketiganya. Bahkan, ia telah menyiapkan 30 lagu untuk album-album mendatangnya. Hal ini menunjukkan keseriusan Bugie dalam bermusik dan keinginannya untuk terus berkarya.
Heading 2: Peluncuran Album “Yang Kurasa” di Planet Pyramid
Acara peluncuran album “Yang Kurasa” dilakukan di Planet Pyramid, Jl. Parangtritis Km. 5,5 Yogyakarta pada Sabtu, 12 Juni. Acara ini dikemas dengan segar dan menghibur, dipandu oleh MC kocak Yu Beruk dan Blangkon. Selain itu, acara ini juga dimeriahkan oleh band pengiring Tropicana Band, Sexy Studio Dance, dan opening band Black Mask.
Peluncuran album “Yang Kurasa” ini menjadi momen yang penting bagi Bugie. Meskipun kesibukannya sebagai anggota DPRD DIY, Bugie terus menyisihkan waktu untuk menyalurkan hobi bernyanyinya. Peluncuran album ini menjadi bukti nyata bahwa Bugie adalah seorang musisi yang berdedikasi.
Heading 3: Respon Terhadap Album “Yang Kurasa”
Album “Yang Kurasa” mendapat respon yang sangat positif dari pendengar musik di Jogja. Lagu-lagu dalam album ini berhasil menghipnotis pendengarnya dengan lirik yang emosional dan aransemen yang menarik. Bugie berhasil menunjukkan kemampuan vokalnya yang mengesankan melalui lagu-lagu dalam album ini.
Dalam jumpa pers sebelum peluncuran album, Bugie mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan yang diberikan oleh keluarga dan teman-temannya. Ia juga mengungkapkan bahwa album ini adalah awal dari perjalanan karier musiknya. Meskipun baru diluncurkan di wilayah Jogja, Bugie berharap album ini dapat diterima oleh pendengar musik di seluruh Indonesia.
Bugie juga mengungkapkan bahwa ia sudah mempersiapkan album kedua dan ketiganya. Dengan 30 lagu yang telah ia siapkan, Bugie ingin terus berkarya dan menghadirkan musik-musik berkualitas bagi pendengarnya. Perjalanan karier Bugie sebagai musisi masih panjang, dan album “Yang Kurasa” menjadi awal yang menjanjikan.
Heading 2: Kesimpulan
Peluncuran album perdana “Yang Kurasa” oleh Bugie menjadi momen penting dalam karier musiknya. Meskipun kesibukannya sebagai anggota DPRD DIY, Bugie tetap menyempatkan waktu untuk menyalurkan hobinya dalam bernyanyi. Album ini merupakan bukti nyata dari dedikasi dan ketekunan Bugie dalam mengembangkan bakat musiknya.
Album “Yang Kurasa” berhasil mencuri perhatian pendengar musik di Jogja. Lagu-lagu dalam album ini memiliki nuansa musik yang khas dan lirik yang emosional. Bugie berhasil menunjukkan kemampuan vokalnya yang mengesankan melalui lagu-lagu dalam album ini.
Dengan dukungan dari keluarga, teman-teman, dan musisi-musisi handal Jogja, Bugie berhasil menciptakan album perdana yang layak diacungi jempol. Meskipun baru diluncurkan di wilayah Jogja, Bugie berharap album ini dapat diterima oleh pendengar musik di seluruh Indonesia.
Album “Yang Kurasa” menjadi awal yang menjanjikan bagi karier musik Bugie. Dengan persiapan album kedua dan ketiganya yang telah dilakukan, Bugie siap menghadirkan karya-karya musik berkualitas bagi pendengarnya. Perjalanan karier Bugie sebagai musisi masih panjang, dan kita dapat berharap banyak dari talenta musiknya di masa mendatang.