Bernadetta Sri Hanjati

Bernadetta Sri Hanjati, yang lebih akrab dipanggil Kinting, adalah seorang seniman tari yang terkenal di Indonesia. Sejak kecil, Kinting telah memiliki minat yang besar dalam dunia tari. Ia sering mengunjungi Puro Pakualaman untuk menyaksikan pertunjukan tari yang menakjubkan. Hal ini membuatnya memiliki impian untuk belajar menari hingga tingkat perguruan tinggi dan bahkan bisa tampil di luar negeri.

Pendidikan terakhir Kinting adalah di Penciptaan Tari Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Seni Indonesia Surakarta pada tahun 2002. Ia lulus dengan predikat cum laude dengan tugas akhir berjudul “Tatto Totem”, yang kemudian dipentaskan dalam Rangka Hari Jadi Kota Bantul pada tahun 2004. Prestasi ini menunjukkan keahlian dan bakat Kinting dalam dunia tari.

Selain menjadi penari, Kinting juga memiliki keahlian sebagai perias dan penata busana. Ia sering terlibat dalam berbagai pementasan sebagai perias dan penata busana. Beberapa di antaranya adalah Collaboration Mania Production First Layer, Dewa Mendem Semar, Srimpen Bumi Pertiwi, Roro Hoyi, Payung Tunggal Kencana, dan Pagelaran Musik Peradaban. Keahlian Kinting dalam merias dan menata busana memberikan sentuhan yang indah pada setiap pertunjukan tari yang ia ikuti.

Selain itu, Kinting juga telah menciptakan beberapa komposisi tari yang menarik perhatian banyak orang. Beberapa di antaranya adalah Putri Shanghai, The Power of Make Up, dan Tatto Totem. Komposisi-komposisi ini menunjukkan kreativitas dan keunikan Kinting dalam menciptakan gerakan-gerakan tari yang mengesankan.

Saat ini, Kinting tidak hanya mengurus sanggar tari Niassari, tetapi juga menjadi tenaga pengajar di Jurusan Tari dan Jurusan Fotografi di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Sebagai pengajar, Kinting berbagi pengetahuan dan pengalamannya kepada para siswa yang berminat dalam bidang seni tari dan fotografi. Ia memberikan mereka panduan dan arahan untuk mengembangkan bakat mereka sehingga dapat menjadi seniman yang berkualitas.

Selama kariernya, Kinting telah mengikuti berbagai pertunjukan dan festival tari di dalam dan luar negeri. Ia tidak hanya menjadi penari, tetapi juga menjadi duta seni tari Indonesia yang memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia internasional. Melalui penampilannya yang memukau, Kinting telah berhasil mencuri perhatian penonton dari berbagai negara dan mendapatkan apresiasi yang tinggi atas kemampuannya dalam mengekspresikan keindahan tari Indonesia.

Kinting juga aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan. Ia sering terlibat dalam konferensi dan acara yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Ia berusaha untuk mengajak masyarakat dan pemerintah untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan menjaga kelestariannya. Kinting percaya bahwa seni tari tidak hanya bisa memberikan hiburan, tetapi juga dapat menjadi alat untuk menyampaikan pesan-pesan penting kepada masyarakat.

Dalam kehidupan sehari-hari, Kinting adalah sosok yang rendah hati dan penuh semangat. Ia selalu berusaha untuk terus belajar dan mengembangkan diri dalam bidang seni tari. Kinting percaya bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, semua impian dapat tercapai. Ia merupakan contoh teladan bagi generasi muda yang ingin meniti karier di dunia seni tari.

Dengan segala prestasi dan kontribusinya dalam dunia seni tari, tidak dapat dipungkiri bahwa Kinting adalah salah satu seniman tari terbaik di Indonesia. Ia telah menginspirasi banyak orang dengan bakat dan dedikasinya dalam seni tari. Melalui karya-karyanya yang indah, Kinting telah berhasil mengangkat citra seni tari Indonesia di mata dunia internasional. Kita berharap agar ia terus berkarya dan memberikan kontribusi yang berarti bagi dunia seni tari di masa depan.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *