Berikut Jadwal kegiatan Perayaan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur

Heading 2: Persiapan dan Kegiatan Waisak di Jogja dan Magelang

Pada hari Minggu tanggal 22 Mei, umat Buddha merayakan Hari Raya Waisak. Hari ini menjadi momen penting bagi umat Buddha di seluruh dunia, termasuk di Jogja dan Magelang. Acara keagamaan ini menarik perhatian banyak wisatawan yang penasaran dengan perayaan tersebut. Tidak hanya umat Buddha dari kawasan ASEAN yang datang ke Jogja dan Magelang, tetapi juga wisatawan domestik yang terus berdatangan hingga akhir pekan. Meskipun masih kurang satu hari lagi menuju perayaan Waisak, wisatawan di sekitar Jogja sudah mulai terlihat. Hotel-hotel di kawasan ring satu sudah dipastikan penuh oleh tamu-tamu yang datang.

Kepala Dinas Pariwisata Yogyakarta, Aris Riyanto, menyampaikan informasi tersebut kepada media. Menurutnya, penginapan di sekitar Jogja, seperti Malioboro (ring 1), Prawirotaman (ring 2), dan seputaran jalan ring road Jogja (ring 3), sudah terlihat ramai dengan wisatawan yang berkunjung. Aris juga memprediksi bahwa kedatangan wisatawan akan semakin terlihat mulai Sabtu esok, sebelum perayaan Waisak berlangsung. Ia mengatakan bahwa momentum lampion menjadi daya tarik yang banyak dinanti oleh wisatawan. Sebelum perayaan Waisak, telah berlangsung seminar Buddhist Internasional yang dihadiri oleh banyak negara tetangga. Melihat tingkat okupansi hotel yang sudah mencapai lebih dari 35 persen, dapat dikatakan bahwa wisatawan yang datang ke Jogja untuk merayakan Waisak sudah cukup banyak.

Di lokasi yang berbeda, Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Edy Setijono, mengatakan bahwa Candi Borobudur tetap buka seperti biasa untuk wisatawan, hanya saat umat Buddha melakukan perayaan dan ritual, ia mengajak pengunjung untuk menghormati para umat Buddha. Menurut Edy, saat ini masyarakat harus mulai mendapatkan pemahaman baru terkait Candi Borobudur sebagai “monumen hidup” yang menjadi sumber inspirasi kehidupan bagi semua manusia. Ia menambahkan bahwa semua orang boleh memanfaatkan Candi Borobudur untuk kemaslahatan bersama.

Heading 3: Rangkaian Kegiatan Waisak di Candi Borobudur

Berikut ini adalah rangkaian kegiatan Waisak yang berlangsung di Candi Borobudur:

Hari Jumat, tanggal 20 Mei 2016
– Pengambilan Air Berkah dari umbul Jumprit, dan akan disemayamkan di Candi Mendut.
– Jam 09.00 WIB: Upacara ritual air berkah Tri Suci Waisak 2560 BE/2016 di Umbul Jumprit, Parakan, Temanggung, Jawa Tengah, dan puja Bhakti pensakralan Air Berkah oleh Vidyaka Sabha WALUBI, Majelis-majelis Agama Budha, dan LKBI secara bergantian.
– Jam 11.00 WIB: Istirahat dan Makan Siang.
– Jam 13.00 WIB: Air Berkah diberangkatkan dari Umbul Jumprit menuju Candi Mendut.
– Jam 16.00 WIB: Air Berkah disakralkan di Candi Mendut oleh Vidyaka Sabha WALUBI, Majelis-majelis Agama Budha, dan LKBI.

Hari Jumat, tanggal 20 Mei 2016
– Pengambilan Api Dharma dari Merapen Grobogan, dan akan disemayamkan di Candi Mendut.
– Jam 09.00 WIB: Upacara ritual Api Alam Tri Suci Waisak 2560 BE/2016 di Merapen, Grobogan, Purwodadi, Jawa Tengah, dan puja Bhakti pensakralan Api Alam oleh Vidyaka Sabha, Majelis Agama Buddha, dan LKBI secara bergantian.
– Jam 11.00 WIB: Istirahat dan Makan Siang.
– Jam 13.00 WIB: Api Alam diberangkatkan dari Merapen ke Candi Mendut.
– Jam 16.00 WIB: Api Alam disakralkan di Candi Mendut oleh Vidyaka Sabha, Majelis-majelis Agama Buddha, dan LKBI.

Hari Sabtu, tanggal 21 Mei 2016
– Persiapan Prosesi dan kegiatan ritual di Candi Borobudur zone 1.
– Detik-detik Waisak di Zona 1, (Candi Borobudur) Jam 04.14.06 WIB.
– Jam 07.00 WIB: Pindapata di Magelang.
– Jam 14.30 WIB: Persiapan prosesi.
– Jam 15.00 WIB: Prosesi dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur.
– Jam 17.00 WIB: Makan malam ditenda masing-masing.
– Jam 18.00 WIB: Menuju Taman Lumbini seremonial Dhamasanti Waisak Bersama 2560 BE/2016 (Kemenag).
– Jam 19.00 WIB: Seremonial Waisak 2016 bersama Wakil Presiden RI.
– Jam 21.00 WIB: Ritual di tenda masing-masing.

Hari Minggu, tanggal 22 Mei 2016
– Jam 01.00 WIB: Vihara Githa.
– Jam 01.30 WIB: Pengarahan dari Ketua Panitia Waisak 2560 BE yang akan disampaikan oleh Ibu Dra. S. Hartati Murdaya.
– Jam 01.40 WIB: Sambutan dari Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI oleh Drs. Dasikin, MPd. Menjelang pradaksina dan penyusunan iringan Pradaksina diiringi lagu Borobudur.
– Jam 01.50 WIB: Pradaksina mengelilingi Candi Agung Borobudur sebanyak 3 kali diiringi lagu Buddhang Saranang Gachami.
– Jam 02.50 WIB: Doa yang akan dibawakan oleh masing-masing kelompok selama maksimal 5 menit.
– Jam 03.50 WIB: Renungan Waisak oleh Bhiksu Tadisa Paramita Mahasthavira.
– Jam 04.00 WIB: Tuntunan sebelum Meditasi Waisak oleh Bhikkhu Wongsin Labhiko Mahathera.
– Jam 04.10 WIB: Meditasi menjelang detik-detik Waisak.
– Jam 04.14.06 WIB: Detik-detik Waisak.
– Jam 04.14 WIB: Persiapan Blessing oleh Bhikkhu Sangha diiringi lagu Malam Suci Waisak (Ciptaan Bhikkhu Giri Rakkhito Mahathera).
– Jam 04.20 WIB: Blessing oleh para Bhikkhu Mahathera dan Bhiksu Mahasthavira.
– Jam 04.30 WIB: Penutupan dengan Namaskara.
– Jam 04.35 WIB: Pelepasan lampion di zona 1 Candi Agung Borobudur sebanyak 1000 buah.

Dalam rangkaian kegiatan Waisak di Candi Borobudur ini, terdapat berbagai upacara dan ritual yang dilakukan oleh umat Buddha. Mulai dari pengambilan air berkah dari Umbul Jumprit dan Api Dharma dari Merapen, hingga prosesi dan meditasi di Candi Borobudur pada saat detik-detik Waisak. Semua kegiatan ini memiliki makna dan simbolisme yang mendalam bagi umat Buddha. Bagi wisatawan yang datang ke Candi Borobudur selama perayaan Waisak, mereka dapat menyaksikan dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan tersebut.

Heading 2: Pentingnya Menghormati Perayaan Waisak di Candi Borobudur

Perayaan Waisak di Candi Borobudur merupakan acara keagamaan yang sangat sakral bagi umat Buddha. Oleh karena itu, sangat penting bagi semua pengunjung untuk menghormati perayaan ini. Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Edy Setijono, mengajak semua pengunjung untuk memahami bahwa Candi Borobudur bukan hanya sebagai objek wisata biasa, tetapi juga sebagai tempat suci bagi umat Buddha. Ia berharap masyarakat dapat mendapatkan pemahaman baru terkait Candi Borobudur sebagai “monumen hidup” yang menjadi sumber inspirasi kehidupan bagi semua manusia.

Edy menekankan bahwa semua orang boleh memanfaatkan Candi Borobudur untuk kemaslahatan bersama. Namun, saat umat Buddha melakukan perayaan dan ritual, sangat penting bagi pengunjung untuk menghormati mereka. Hal ini berarti tidak mengganggu jalannya perayaan, menghormati kebersihan dan kerapian tempat ibadah, serta menjaga sikap yang sopan dan menghormati umat Buddha yang sedang melakukan perayaan.

Heading 3: Mengenal Lebih Dekat Candi Borobudur

Candi Borobudur merupakan salah satu keajaiban dunia yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Candi ini merupakan candi Buddha terbesar di dunia dan telah diakui sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO. Candi Borobudur memiliki sejarah yang kaya dan keindahan arsitektur yang memukau. Bangunan ini terdiri dari sembilan tingkat, dengan stupa besar di puncaknya yang melambangkan pencerahan.

Candi Borobudur juga menjadi tempat perayaan Waisak yang sangat penting bagi umat Buddha. Setiap tahun, ribuan umat Buddha datang ke Candi Borobudur untuk merayakan Waisak. Selain perayaan keagamaan, Candi Borobudur juga menjadi tujuan wisata yang populer bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Keindahan arsitektur dan pemandangan alam sekitarnya membuat Candi Borobudur menjadi tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Candi Borobudur, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pastikan untuk menghormati perayaan Waisak jika datang pada waktu yang bersamaan dengan perayaan tersebut. Kedua, ikuti aturan dan petunjuk yang ada di Candi Borobudur, termasuk tentang kebersihan dan kerapian tempat ibadah. Ketiga, gunakan pakaian yang sopan dan nyaman saat mengunjungi Candi Borobudur. Terakhir, jangan lupa untuk menikmati keindahan arsitektur dan pemandangan alam sekitar Candi Borobudur.

Heading 2: Kesimpulan

Perayaan Waisak di Candi Borobudur merupakan event penting bagi umat Buddha di seluruh dunia. Di Jogja dan Magelang, perayaan ini juga menarik perhatian banyak wisatawan yang penasaran dengan acara keagamaan tersebut. Persiapan dan kegiatan Waisak di Candi Borobudur dilakukan dengan serangkaian upacara dan ritual yang memiliki makna dan simbolisme yang mendalam. Bagi umat Buddha, Candi Borobudur bukan hanya sebagai objek wisata biasa, tetapi juga sebagai tempat suci yang menjadi sumber inspirasi kehidupan. Oleh karena itu, sangat penting bagi semua pengunjung untuk menghormati perayaan ini dan menjaga sikap yang sopan saat mengunjungi Candi Borobudur. Dengan begitu, kita dapat menyaksikan keajaiban Candi Borobudur dan merasakan keindahan spiritual yang terkandung di dalamnya.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *