Heading 2: Peluncuran Buku “Indra Sjafri: Menolak Menyerah” di Yogyakarta
Heading 3: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, Meminta Tanda Tangan Indra Sjafri
Pada tanggal 2 Februari, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, secara terang-terangan meminta tanda tangan dari Indra Sjafri setelah melakukan peluncuran buku berjudul “Indra Sjafri: Menolak Menyerah”. Peluncuran buku tersebut berlangsung di Ballroom Ki Hajar Dewantara Hotel UNY, Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh sejumlah hadirin yang antusias dan merupakan momen yang sangat berharga bagi semua orang yang hadir.
Dalam acara tersebut, Mari Elka Pangestu menyatakan bahwa bukunya memiliki nilai yang sangat berharga. Hal ini disambut dengan tawa dari hadirin yang datang pada siang itu. Mari Elka Pangestu juga mengungkapkan bahwa kesuksesan Timnas U-19 merupakan sebuah perjalanan inspiratif yang dapat ditularkan ke seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung kegiatan ini karena bola dapat membangun semangat nasionalisme sekaligus semangat dalam berkreativitas.
Selain itu, Mari Elka Pangestu juga mengungkapkan rencana untuk membuat film berdasarkan buku ini serta membuka peluang bagi para desainer untuk mendesain kaos Timnas U-19. Tujuannya adalah agar ketika berlaga di negara lain, tim tersebut dapat dikenali sebagai tim dari Indonesia. Hal ini merupakan upaya untuk meningkatkan citra bangsa Indonesia di mata dunia, khususnya dalam bidang sepak bola.
Di tempat yang sama, pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, mengaku sangat terharu dengan diluncurkannya buku otobiografi tersebut. Ia menyampaikan terima kasih yang sangat besar dan mengungkapkan kebahagiannya yang luar biasa. Indra Sjafri yang lahir pada tanggal 2 Februari 1963, juga berbagi kisah-kisah inspiratif kepada penulis buku ini dalam waktu luangnya. Ia menyatakan bahwa tidak ada kesulitan yang berarti selama perjalanan karirnya bersama Timnas U-19. Semua berjalan lancar dan ia merasa sangat bersyukur atas semua pencapaian yang telah diraih.
Indra Sjafri juga menekankan bahwa dalam perjalanan karir Timnas U-19, banyak sekali anggapan bahwa bangsa Indonesia tidak mampu tampil sebagai pemenang. Namun, buku ini menjadi salah satu hal yang dapat meningkatkan semangat bangsa Indonesia untuk menjadi yang terdepan. Ia mengatakan bahwa pertanyaan wartawan tidak lagi sebatas “Mudah-mudahan Indonesia bisa mengimbangi Jepang atau Korea”, tetapi sebaliknya, “Mudah-mudahan Jepang bisa mengimbangi Indonesia”.
Buku “Indra Sjafri: Menolak Menyerah” yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka ini sebenarnya menjadi ajang untuk memberikan semangat bagi tim sepak bola nasional di bawah usia 19 tahun untuk dapat lolos ke Piala Dunia U-19 di Selandia Baru pada tahun 2015 mendatang. Semoga dengan semangat dan kerja keras, Timnas U-19 dapat meraih kesuksesan dan membawa harum nama bangsa Indonesia di kancah internasional.