Heading 2: Film “Asdrafi Di Atas Kereta Waktu” Diluncurkan di Pendapa Pakuningratan
Film “Asdrafi Di Atas Kereta Waktu” atau juga dikenal dengan judul “Serpihan Jejak Asdrafi” akan diluncurkan pada Minggu, 16 Mei 2021 di Pendapa Pakuningratan, Sompilan, Ngasem 12. Setelah persiapan yang dilakukan selama tiga bulan, film ini siap untuk diputar dan acara peluncurannya akan diramaikan dengan dialog antara para pemain serta penampilan pantomim dari Ende Riza.
Film ini disutradarai oleh Indra Tranggono, yang juga bertindak sebagai penulis naskahnya. Indra menjelaskan bahwa film ini bukanlah film sejarah, melainkan dokudrama yang menggunakan cerita fiksi untuk mengungkap beberapa data kualitatif tentang perjalanan dan semangat kreatif Asdrafi (Akademi Seni Drama dan Film Indonesia). Menurut Indra, tujuan utama dari film ini adalah untuk menghadirkan semangat Asdrafi yang tangguh dalam menghadapi perubahan zaman. Setiap era, Asdrafi selalu memberikan kontribusi melalui ide, karya, dan sumber daya manusia kreatif.
Heading 3: Asdrafi: Sebuah Institusi Pendidikan Seni yang Berjasa
Asdrafi, singkatan dari Akademi Seni Drama dan Film Indonesia, merupakan institusi pendidikan seni yang telah berdiri sejak tahun 1955. Asdrafi telah memiliki peran yang sangat penting dalam mendidik para mahasiswa menjadi kreator yang mumpuni di bidang drama dan film. Banyak alumni Asdrafi yang telah sukses dalam dunia seni, antara lain Teguh Karya, Koesno Sudjarwadi, Maruli Sitompul, Hendra Cipta, Alex Suprapto Yudho, Sri Harjanto Sahid, Masrom Bara, dan masih banyak lagi.
Asdrafi tidak hanya memberikan ilmu seni kepada para mahasiswanya, tetapi juga ilmu kehidupan yang sangat bermakna bagi kelahiran para seniman. Institusi ini telah melahirkan banyak seniman yang memiliki pemahaman mendalam tentang seni dan mampu menghasilkan karya-karya yang berkualitas. Selain itu, Asdrafi juga menginisiasi berdirinya Insaga Asdrafi yang bertanggung jawab dalam pendidikan seni.
Heading 2: Sinopsis Film “Asdrafi Di Atas Kereta Waktu”
Film “Asdrafi Di Atas Kereta Waktu” mengisahkan tentang semangat kreatif Asdrafi yang tidak pernah mati. Cerita film dimulai dengan kemunculan tokoh utama, Jedink, bersama istri dan anaknya bernama Stefani. Jedink, yang sebelumnya tinggal di Melbourne, Australia, memutuskan untuk mengunjungi kampus Asdrafi bersama keluarganya untuk menyerap pengalaman dan pengetahuan dari komunitas kreatif di sana.
Kunjungan mereka ke kampus Asdrafi memberikan banyak inspirasi bagi Jedink dan keluarganya. Stefani, anak Jedink, terinspirasi untuk kuliah di Yogyakarta dan menjadi seniman profesional. Film ini akan menggambarkan perjalanan Stefani dalam mengejar cita-citanya sebagai seniman dan bagaimana Asdrafi memberikan pengaruh yang besar dalam perjalanannya.
Heading 3: Para Pemain dan Tim Produksi
Film “Asdrafi Di Atas Kereta Waktu” diperankan oleh para aktor alumni Asdrafi yang telah sukses dalam dunia seni. Beberapa di antaranya adalah Jedink Alexander, Siti Nikandaru Chairina, Deddy Ratmoyo, Meritz Hindra, Ende Riza, Titok Pangethi Adji, Nur Iswantara, Mahmoud Elqadrie, Harlizon, Khocil Birawa, Awang Rebo Legi, Vio Bintang Pamungkas, Cristina Deque, Gee Myta, Yosep S, dan Nunung Rita.
Tim produksi film ini terdiri dari kameraman dan editor Joni Asman, penata musik Memet Chaerul Slamet, dan penata artistik Marco Dinata. Film ini merupakan produksi kedua dari Jedink Production dan Guyub Rukun Keluarga Asdrafi Yogyakarta, setelah film “Aku Bukan Marsinah”.
Heading 2: Kesimpulan
Film “Asdrafi Di Atas Kereta Waktu” merupakan sebuah dokudrama yang mengungkapkan semangat kreatif Asdrafi dalam menghadapi perubahan zaman. Film ini akan memperkenalkan kepada penonton tentang sejarah dan kontribusi Asdrafi dalam dunia seni, serta menggugah ingatan akan eksistensi Asdrafi. Melalui cerita fiksi yang dikemas dengan baik, film ini diharapkan dapat menginspirasi penonton untuk menghargai dan mengapresiasi seni, serta mengikuti jejak Asdrafi dalam berkarya.
Dalam acara peluncuran film ini, selain pemutaran film, juga akan ada dialog dengan para pemain serta penampilan pantomim dari Ende Riza. Acara ini diharapkan dapat menjadi momen yang berkesan bagi para penggemar seni dan para alumni Asdrafi. Semoga film ini sukses dalam mengangkat semangat kreatif Asdrafi dan memberikan apresiasi yang layak kepada masyarakat.