Angkringan Lek No, Surga Kuliner Tepi Jalan

Heading 2: Angkringan, Kuliner Tradisional yang Melekat di Hati Para Pelancong

Angkringan, nama tempat kuliner yang sangat teringat oleh para pelancong yang berwisata ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebuah warung sederhana yang selalu berada di pinggir jalan Kota Yogyakarta. Menyediakan beragam makanan dan minuman tradisional dengan harga yang cukup terjangkau bahkan dapat dikatakan murah. Bila dihitung mungkin ada ribuan angkringan di Kota Yogyakarta dan salah satunya adalah Angkringan Kopi Joss Lek No. Berada di tengah kota, tepatnya di sisi Utara dari Stasiun Besar Tugu Yogyakarta.

Heading 3: Angkringan Kopi Joss Lek No, Surga Kuliner di Tepi Stasiun Tugu

Angkringan Kopi Joss Lek No merupakan salah satu angkringan yang terletak di sisi Utara Stasiun Tugu Yogyakarta. Tempat ini sudah lama menjadi tempat favorit para pengunjung yang ingin menikmati kuliner tradisional. Angkringan ini buka setiap hari dan selalu ramai pengunjung, terutama saat liburan Natal dan menjelang Tahun Baru seperti sekarang ini.

Lek No, pemilik Angkringan Kopi Joss Lek No, menyatakan bahwa pengunjung angkringannya selalu ramai setiap hari. Mulai dari buka hingga tutup, angkringan ini selalu dipenuhi oleh pengunjung yang ingin menikmati makanan dan minuman khas Yogyakarta. Bahkan, banyak pelanggan dari luar kota yang khusus datang ke angkringan ini saat liburan.

Angkringan Kopi Joss Lek No memiliki sejarah panjang di kawasan ini. Dahulu, hanya terdapat dua pedagang angkringan di sisi Utara Stasiun Tugu, yaitu angkringan milik Lek No dan angkringan milik Lik Man di sebelah barat. Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah angkringan di kawasan ini semakin bertambah. Saat ini, terdapat sekitar 14 angkringan yang beroperasi di kawasan tersebut. Setiap angkringan memiliki langganan sendiri-sendiri yang setia datang untuk menikmati kuliner tradisional yang disajikan.

Angkringan Kopi Joss Lek No sendiri memiliki banyak pelanggan setia. Mulai dari mahasiswa, orang kantoran, hingga para wisatawan yang datang dari luar kota. Bahkan, ada pelanggan yang datang dari Aceh Sumatera hanya untuk menikmati nasi kucing, sate, dan kopi joss khas Yogyakarta. Selain itu, ada juga pelanggan dari kota-kota lain di Indonesia yang sengaja mampir ke angkringan ini saat sedang berwisata ke Yogyakarta.

Angkringan Kopi Joss Lek No menjadi semakin ramai saat malam tiba. Para pengunjung berebut untuk mendapatkan tumpukan makanan seperti nasi kucing, sate usus, gorengan tempe tahu, sate ampela, dan sate telur puyuh. Lek No, sang pemilik, sibuk mengantarkan pesanan dari para pelanggan yang terus menumpuk. Fenomena ini biasanya terjadi hingga beberapa hari setelah Tahun Baru, di mana angkringan ini masih ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Hal yang membedakan Angkringan Kopi Joss Lek No dengan angkringan lainnya di kawasan ini adalah makanan yang disajikan merupakan buatan sendiri. Tidak melalui antaran pemasok makanan, Lek No memastikan bahwa semua makanan diangkringannya dibuat dengan tangan sendiri. Hal ini membuat kualitas makanan diangkringan ini sangat terjaga dan lebih murah dibandingkan dengan angkringan lainnya.

Salah satu menu unggulan di Angkringan Kopi Joss Lek No adalah kopi joss. Kopi joss merupakan racikan kopi tradisional yang berasal dari kopi kental hitam yang dicampur dengan bara arang. Percampuran antara kopi dan arang ini menghasilkan suara seperti desisan air mendidih dan gelembung yang mengeluarkan asap. Kopi joss pertama kali ditemukan oleh seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang mengalami sakit perut akibat keracunan. Dengan mencampurkan kopi dengan arang, mahasiswa tersebut berhasil sembuh dan kopi joss pun mulai diminati oleh banyak orang. Hingga kini, kopi joss menjadi salah satu minuman khas Yogyakarta yang terus berkembang dan diminati oleh banyak orang.

Angkringan Kopi Joss Lek No buka mulai pukul 14.00 hingga 02.00 WIB dini hari setiap harinya. Namun, saat pengunjung sedang ramai seperti liburan Natal dan Tahun Baru, angkringan ini kadang-kadang sampai buka hingga subuh. Lek No mengatakan bahwa setiap hari angkringan ini memang ramai, tetapi saat liburan, jumlah pengunjung bisa berlipat-lipat. Liburan Natal dan Tahun Baru menjadi momen di mana banyak orang berkumpul dan menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman-teman. Oleh karena itu, angkringan ini menjadi salah satu tempat yang paling ramai dikunjungi saat liburan.

Dengan suasana yang ramai dan hidangan lezat yang disajikan, Angkringan Kopi Joss Lek No menjadi tempat yang cocok untuk menghabiskan waktu bersama orang terdekat. Tak heran jika angkringan ini selalu menjadi pilihan utama para pelancong yang berkunjung ke Yogyakarta. Keberadaannya yang sudah lama melekat di hati para pelancong membuat Angkringan Kopi Joss Lek No menjadi ikon kuliner tradisional yang tak tergantikan di kota ini.


Dian

Dian

Menghadirkan konten berkualitas yang menggambarkan keindahan dan keunikan Yogyakarta, Berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mempromosikan pariwisata dan produk lokal, Menjadi sumber informasi terpercaya tentang Yogyakarta bagi pembaca exploreyogya.com!
https://exploreyogya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *