Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia (RS UII) menjadi salah satu rumah sakit terkemuka di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. RS UII memiliki fokus layanan pada kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama RS UII, dr. Widodo Wirawan, MPH, dalam pertemuan di kantornya di RS UII pada tanggal 28 Januari 2019.
Menurut dr. Widodo, angka kematian ibu dan anak di Bantul masih sangat tinggi dibandingkan dengan daerah lain di DIY. Oleh karena itu, RS UII berkomitmen untuk menjadi bagian dari program pemerintah dalam meminimalisir angka kematian ibu dan anak di Bantul. Selain layanan medis, RS UII juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kesehatan ibu dan anak.
Rumah sakit ini memiliki fasilitas yang komprehensif untuk ibu dan anak, mulai dari unit psikologi anak, jantung anak, medical check up anak, hingga tumbuh kembang anak. Bahkan layanan ini sudah dimulai sejak masa pra-konsepsi atau masa sebelum kehamilan. RS UII memiliki visi untuk memberikan layanan terbaik bagi ibu dan anak di Bantul.
Selain layanan medis, RS UII juga menyediakan kelas-kelas yang dapat diikuti oleh masyarakat sekitar. Rumah sakit ini memiliki daya tampung 264 tempat tidur dan merupakan rumah sakit tipe C terlengkap di Bantul. Sebagai rumah sakit tipe C, RS UII harus mengoptimalkan empat layanan dasar, yaitu kandungan, anak, bedah, dan penyakit dalam. Selain itu, RS UII juga memiliki 14 layanan spesialis lain yang dapat diakses oleh masyarakat menengah ke bawah.
Namun, saat ini RS UII belum dapat menerima pasien dengan BPJS. Sebelum rumah sakit dapat menampung pasien BPJS, rumah sakit harus terlebih dahulu mengikuti proses akreditasi yang memakan waktu 1-2 tahun. Namun, sesuai dengan peraturan BPJS, rumah sakit harus menerima pasien BPJS dalam keadaan darurat. Oleh karena itu, RS UII dapat menerima pasien BPJS dalam keadaan darurat di rumah sakit ini.
Selain itu, dr. Widodo juga menyampaikan kemungkinan RS UII menjadi rumah sakit pendidikan di masa mendatang. Saat ini RS UII belum menjadi rumah sakit pendidikan, namun tidak menutup kemungkinan akan menjadi rumah sakit pendidikan di masa mendatang. Hal ini menunjukkan komitmen RS UII dalam mengembangkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Pemilihan lokasi RS UII di Srandakan, Pandak, Bantul juga memiliki alasan yang strategis. Lokasi ini merupakan daerah yang memiliki perkembangan potensial, terutama dengan adanya rencana pembangunan bandara internasional di sekitar lokasi RS UII. Selain itu, di seberang RS UII juga terdapat pusat kuliner milik Pemda Bantul dan akan ada Embarkasi Haji di dekatnya. Hal ini menunjukkan bahwa RS UII memiliki lokasi yang strategis untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Dalam beberapa hari ke depan, RS UII akan membuka rumah sakitnya yang memiliki bangunan dan interior yang modern. Tanggal 10 Februari 2019 akan menjadi tanggal pembukaan resmi RS UII, dan rumah sakit ini akan mulai beroperasi pada tanggal 11 Februari 2019. Para pasien dan masyarakat sekitar di Bantul dapat menikmati pelayanan kesehatan yang berkualitas di RS UII.
Dengan fokus pada kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak, RS UII berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Bantul. Melalui layanan medis dan edukasi, RS UII berharap dapat membantu meminimalisir angka kematian ibu dan anak di daerah ini. Dengan fasilitas yang komprehensif dan lokasi yang strategis, RS UII siap memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat. Saat ini RS UII masih dalam proses akreditasi untuk dapat menerima pasien BPJS, namun dalam keadaan darurat, RS UII dapat menerima pasien BPJS. RS UII juga tidak menutup kemungkinan untuk menjadi rumah sakit pendidikan di masa mendatang. Dengan pembukaan rumah sakit pada bulan Februari 2019, RS UII siap melayani masyarakat Bantul dengan pelayanan kesehatan yang modern dan berkualitas.