Affandi adalah seorang seniman yang lahir di Cirebon. Meskipun berasal dari latar belakang yang sederhana, Affandi memiliki bakat seni yang luar biasa. Ia belajar di SMA AMS-B di Jakarta dan kemudian menikah dengan Maryati, seorang wanita asal Bogor. Setahun setelah pernikahan mereka, pasangan ini dikaruniai seorang putri yang diberi nama Kartika.
Sejak masa sekolah dasar, Affandi telah menunjukkan minat yang besar dalam seni lukis. Ia mengembangkan keterampilannya secara otodidak dan mulai serius melukis sejak tahun 1934. Pada tahun 1935, Affandi bersama dengan Hendra Gunawan, Barli, Sudarso, dan Wahdi mendirikan Kelompok Lima Bandung. Kelompok ini bertujuan untuk memajukan seni lukis di Indonesia.
Pada tahun 1943, Affandi mengadakan pameran pertamanya di Gedung POETERA di Jakarta. Pameran ini dipimpin oleh 4 serangkai, yaitu Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan Kyai Haji Mansyur. Pada masa ini, Affandi juga aktif membuat poster perjuangan untuk membangkitkan semangat perlawanan rakyat terhadap kolonialisme Belanda. Karya-karyanya yang menggambarkan semangat perjuangan dan kebangkitan nasional menjadi ikon perlawanan rakyat pada masa itu.
Setelah Indonesia merdeka, Affandi menetap di Yogyakarta dan mendirikan Seniman Masyarakat bersama Hendra Gunawan. Organisasi ini bertujuan untuk mengembangkan seni lukis dan memberikan peluang kepada seniman muda untuk mengembangkan bakat mereka. Affandi menjadi panutan bagi banyak seniman muda dan dianggap sebagai maestro di dunia seni lukis.
Salah satu ciri khas dari karya-karya lukisan Affandi adalah garisnya yang sangat khas. Garis-garis yang eksentrik dan penuh ekspresi memberikan keunikan pada setiap karyanya. Namun, tidak hanya itu, Affandi juga terkenal dengan cara uniknya dalam melukis. Beliau menggunakan jarinya langsung pada kanvas, tanpa menggunakan kuas sama sekali. Teknik ini memberikan sentuhan pribadi yang khas pada setiap karyanya.
Museum Affandi di Yogyakarta merupakan tempat yang mengabadikan karya-karya besar dari sang maestro. Museum ini terletak di Jl. Solo No. 167, Yogyakarta dan menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang populer di kota ini. Di museum ini, pengunjung dapat melihat banyak karya-karya Affandi yang menggambarkan keindahan alam Indonesia, potret diri, dan juga karya-karya religius.
Affandi meninggal dunia pada tanggal 23 Mei 1990. Namun, warisannya dalam dunia seni tidak akan pernah terlupakan. Beliau dimakamkan di samping ruang pameran di halaman Museum Affandi, sebagai penghormatan terakhir bagi sang maestro. Meskipun sudah tiada, karya-karyanya tetap hidup dan menginspirasi generasi seniman yang akan datang.
Melalui karya-karyanya, Affandi telah menggambarkan kehidupan dan budaya Indonesia dengan cara yang unik dan personal. Kehadirannya dalam dunia seni telah memberikan warna baru bagi seni lukis Indonesia. Affandi adalah bukti bahwa bakat dan dedikasi dapat mengubah hidup seseorang dan menginspirasi banyak orang.